Jakarta

Direktur Utama PT Jasa Raharja Rivan A Purwantono membeberkan sejumlah persiapan yang dilakukan jelang arus mudik 2024. Menurutnya, Jasa Raharja bukan sekadar pihak yang berperan ketika ada kecelakaan.

Apalagi, tahun ini Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI memprediksi akan ada 193,6 juga pemudik. Oleh karenanya, diperlukan sejumlah mitigasi untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas.

“Jadi, Jasa Raharja ini bukan yang kalau ‘kecelakaan dulu, baru berperan’. Justru dengan transformasi yang dilakukan, kami mempunyai titik-titik pasca laka,” kata Rivan, dalam program detikPagi Spesial Teman Mudik, Jumat (5/4/2024).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain menyiapkan titik-titik pasca laka, Rivan juga menyebut pihaknya juga berkolaborasi dengan sejumlah pemegang kepentingan (stakeholder). Persiapan ini dilakukan enam bulan sebelum arus mudik berlangsung.

“Salah satu contoh adalah misalkan dengan setiap provinsi melibatkan Gubernur, Kapolda, Polres,” ujar Rivan.

Bersama para stakeholder, Jasa Raharja pun melakukan Tactical Floor Game (TFG). Kegiatan ini merupakan simulasi selama arus mudik berlangsung. Misalnya mudik di tengah keramaian atau mudik menggunakan jalan alternatif.

Salah satu TFG yang dilakukan yaitu menyiapkan tiga pelabuhan untuk penyeberangan kendaraan (motor, mobil, truk, dan bus) ke luar pulau. Di antaranya Pelabuhan Ciwandan, Pelabuhan Merak, dan Pelabuhan BBJ.

“Penyebrangan ini nggak bisa dicampur dengan truk. Truk kan logistik ya,” kata Rivan.

“Lalu bus dan kendaraan masyarakat ini juga dipisahkan (penyebrangannya),” imbuhnya.

Lebih dari sekadar pemberi santunan, Jasa Raharja juga berupaya menekan angka kecelakaan dengan menggelar mudik gratis. Bukan tanpa alasan, mudik gratis ini bertujuan untuk memitigasi kecelakaan lalu lintas yang disebabkan oleh sepeda motor. Mengacu pada data 2023, jumlah kecelakaan lalu lintas mudik menggunakan sepeda motor mencapai 77%.

“Ini adalah perjalanan mereka yang nggak biasa jalan jauh, terus harus menempuh 400 km. Biasanya nggak biasa jalan malam, mereka menempuh jalur malam. Mudik pakai sepeda sangat tidak direkomendasikan. Jadi, ini tentu harus diantisipasi,” papar Rivan.

Tak cukup sampai situ, Jasa Raharja juga berkoordinasi dengan Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Korpolairud) dan Badan Pemelihara Keamanan Polri (Baharkam) untuk menyiapkan logistik darurat. Koordinasi tersebut pun mendapatkan respons yang baik.

“Mereka telah menyiapkan heli ambulans. Sudah menyiapkan 10 RSUD, 7 titik helipad di sepanjang jalan tol,” ungkap Rivan.

Ambulans tersebut akan bersiaga di Bandara Pondok Cabe. Nantinya, ambulans ini akan terbang jika terjadi kecelakaan dalam waktu golden period atau 30 menit hingga 6 jam setelah kecelakaan.

“Kemudian ini kita masukkan sebagai bagian dari opsi yang sangat bagus. Karena perjalanan darat sangat tidak memungkinkan untuk lalu lintas yg sangat ramai,” beber Rivan.

“Ini baru pertama kali ambulans (helikopter) untuk masyarakat Indonesia. Kami nggak berharap itu digunakan ya, tetapi ini adalah wujud kesiapan (mitigasi),” pungkasnya.

Sebagai informasi, berbagai informasi terkini soal mudik di momen Lebaran ini disajikan oleh detikcom melalui Program BRI Teman Mudik. Anda bisa ikuti kabar terupdate-nya dengan klik di sini.

(anl/ega)



Source link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *